Pages

Rabu, 05 Maret 2014

Day 6: Angry Girl is in the House

Dear Sa,
Hangatkah hatimu setiap kali mengingatku di sana? Your brown eyes, you've said. Aku masih tak jenak lelap, baru bisa tertidur jika waktumu di sana sudah menunjukkan jam tidur. Membuatku merindu dekap hangatmu.

Pagi kumulai dengan baik, sebenarnya, dengan satu halaman prolog project baruku, dengan jendela ruang kerja yang terbuka, udara pagi yang sejuk, teh kerinci hangat, Blur, dan gairah menulis. Pagi yang sempurna dikoyak oleh email dari HRD kantor lama, tentang pemotongan hakku yang membuatku langsung menelepon mereka. Sangat tak adil. Sudahlah, mengingatnya hanya akan meletupkan angkara lagi. Siangnya, tangan kananku merah selepas menggebrak meja layanan servis handphone. Belum pernah aku semarah itu hingga mengintimidasi secara fisik ke orang lain.

Sorenya, ada lagi yang berulah, kali ini di ruangan.

Membaca ulang wasapmu hari ini, lumayan menenangkanku. Sisanya kucari dalam tumpukan buku dan pekerjaan. Rasanya ingin cepat pulang, bergelung bersama Aramis dalam selimut. Hari yang melelahkan....


merindumu, sangat,
AR

Senin, 03 Maret 2014

Day 5: A Miss or Two

Dear Sa,
Memulai kesibukan pagi ini di meja kerja ditemani Pair of Wings-nya Justin Timberlake. Membuatku malah semakin merindumu.

Merasai hari-harimu membuatku naik ranjang dengan cepat semalam, tubuhku melayu layaknya habis berjalan dan bepergian. Berbaring sambil membaca buku dan menanti kabarmu adalah hal yang kulakukan hingga lelap, meskipun terasa sangatlah sulit. Semoga dengan begitu letihmu tak terlalu kau rasa. Kedua mata seperti tak lagi tahu harus mengikuti waktu siapa, waktuku di sini atau waktumu di sana.

Terbangun dengan mata berat dan tubuh yang setengah masih berada di sisimu.

Terima kasih, sudah memanjatkan doa untukku, menyisipkan doa kita. Ingin rasanya ada di dekatmu, berdoa bersama seperti yang sering kita lakukan. Mengusap air mata di kedua pipimu, dan mengecunya seperti yang selalu kau lakukan setiap kali aku berada dalam situasi yang sama. Menangislah sepuasnya di sana, legakan dirimu dari segala tabir yang selalu kau jaga jika berada di luar rumah Aramis. 

Hari ini terik melanda sejak pagi, rasanya sanggup meminum bergalon sirup dingin, masih dinginkah angin di sekitarmu? Naikkan kerah rapat-rapat, agar hangat selalu menemanimu.

Keep healthy, rapalkan doamu selalu, doa kita.


mencintaimu,
AR

Minggu, 02 Maret 2014

Day 4: Hows Life There?

Dear Sa,

Beyt Elohim ramah padamu? Pasti menyenangkan berkeliaran di jalanan yang penuh sejarah dan cerita, kau membuatku iri, Sa. Doa-doa kita semoga bertiup langsung ke langit Sang Dharma. 

Hari ini my baby F launching, deg-degan sekaligus exciting dengan brand baru. Thanks alot, sudah jadi partner berbagi ide juga. Berharap tahun ini kita bersenang-senang sampai sukses dengan profesi kita masing-masing. Degup jantungku masih bersecepat, seiring dengan masuknya komentar dan dukungan dari teman-teman. Yeah, im just your lil R yang di depanmu tampil apa adanya, the clumsy one, you've said. Wish that i could hear your voice or cuddling inside your hug this early morning. Oh, how i miss you so.

Stay healthy there, so you can take care of others goodly. Can I just dropping my rain a bit? Just a drop or two. Drops of miss and love.

bunches kissess,
AR

Day 3: Silenco

Dear Sa,
Merasai perubahan-perubahan waktu setempatmu, membuatku sedikit teraduk-aduk. Tak apa, paling tidak jadi ada bagian diriku yang mengiringimu. Bisa membaca lagi deretan kabar yang kau kirim, membuatku bernapas lega. Selamat datang di kota pujaan Tuhan. Sampaikan kecup rinduku pada udara di sekitar Al Quds dan Dome of the Rock. Suatu saat aku akan datang ke sana menggenapi perjalanan kehidupan.

Hari ini aku bergelung di tempat tidur dan sofa merah saja, disandera fisik yang berstigmata kepadamu. Sembari menikmati rindu dalam diam bersama Aramis, Arashi, dan Patch the Angel. Memeluk buku dalam hening membuatku teringat kebiasaan kita, duduk khusyuk membaca buku masing-masing di teras belakang. Tenggelam dalam bacaan kita sembari membiarkan kaki-kaki kita bercengkerama sendiri di bawah meja. Membuatku teringat kecupan pertama darimu yang membuatku seolah tak lagi berada di dalam mobilmu, terlempar ke Antartika. Membeku. Kecupan yang membuat kita berjengit sadar tersedak dejavu.

Aneh adalah cara rindu membuat segala kenangan berlompatan dalam kepala seperti tak ingin ketinggalam menjadi latar pelipur. Kenangan yang membuatku semakin didekap rindu. Selalu berdoa untuk kesehatan dan kelancaran perjalananmu.

Home to me, jika rongga dadamu sudah penuh dengan berkat dan terang cahaya.

merindumu,
AR